Test Drive Glory 560: Performa Asyik! Jangan Lirik Konsumsi BBM (Bag. 2) | dapurpacu.id

Test Drive Glory 560: Performa Asyik! Jangan Lirik Konsumsi BBM (Bag. 2)


DAPURPACU – Kembali pada awal keberangkatan, “Test drive Glory 560 gak ada lomba irit-iritan kan?” seloroh rekan satu mobil saat memasuki kabin. Sebuah pertanyaan yang bisa jadi terlontar dari mulut calon pemilik SUV berbanderol mulai dari Rp189 juta sampai Rp239 juta OTR Jakarta ini.

Seperti yang sudah Dapurpacu.id  informasikan sebelumnya, pada layar MID Glory 560 tidak menyematkan seberapa besar tingkat efisiensi secara rata-rata maupun real time. Hanya tersedia jarak tempuh untuk bahan bakar yang tersisa. Namun kondisi tersebut, tentunya disesuaikan dengan lalu lintas dan ‘ramahnya’ kaki kanan pengemudi.

Namun pada kesempatan terpisah, Deputy Product Division Head PT Sokonindo Automobile, Ricky Humisar Siahaan, menyebutkan bahwa konsumsi mobil ini diklaim mencapai 12,6 km/liter.

“Kita sudah mendapatkan hasil konsumsi bahan bakar Glory 560 melalui pihak ketiga, yakni Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada awal 2019 lalu,” sahut Ricky.

Dia pun menyebutkan terkait metode pengujian konsumsi BBM yang dilakukan, yaitu dalam satu ruangan tanpa mobil harus bergerak, dan hanya melakukan beberapa simulasi layaknya berkendara di jalan raya. Pengujian pun sudah diatur baik kecepatan dan rpm sesuai dengan standarnya.

Berada di rombongan kedua, plus pengawalan dari Kepolisian (Patwal), satu persatu unit Glory 560 dengan berbagai varian warna keluar dari showroom DFSK Pondok Indah. Kondisi lalu lintas yang terbilang ramai, urung untuk segera menggeber mobil.

Sesuai arahan, Patwal bakal melepas rombongan begitu lalu lintas terlihat kondusif. Masuk pintu tol Lingkar Luar JORR, kondisi lalu lintas belum terlihat nyaman dan aman untuk mengetahui seberapa ‘ampuh’ mesin 1.500 cc 4 silinder turbo ini diajak untuk bermain.

Baca juga:  Glory i-Auto Penegas Konsistensi DFSK di Pasar SUV

Berada di jok baris kedua, saya perlahan mulai menikmati deru suara mesin saat hentakan kaki kanan rekan wartawan menjejak ke lantai. Suara desingan knalpot yang nampaknya sengaja ‘sedikit’ dilempar ke kabin memang cukup menggoda, untuk terus menginjak pedal gas lebih dalam.

Saat bermanuver pun tergolong nyaman, begitu kelincahannya kala dibesut melewati beberapa mobil di depan. Gerak Glory 560 cukup ringan, dan asyiknya lagi, tanpa terasa jarum speedometer begitu cepat menyentuh angka di atas 100 km/jam!

“Wiihh…udah 150 km/jam aja nih!” kata teman pengemudi, yang serentak membuat penghuni kabin langsung menengoknya. Benar saja, kecepatan terlihat di angka 150 km/jam dan terus beranjak naik, sementara jarum tachometer menunjukkan angka 3.000 – 3.500 rpm.

Sedikit membuat kenyamanan terganggu, deru suara ban menyentuh permukaan aspal begitu terdengar dari kisi-kisi pintu. Kala ban melibas permukaan aspal ‘lama’ dan beton, terdengar sekali menyusup kabin, namun begitu menemui aspal baru sedikit berkurang.

Saat beristirahat di rest area jelang exit Tol Jagorawi dan pintu Tol Bocimin, saya coba lagi melirik konfigurasi ban yang digunakan. Beberapa unit mobil telah disematkan ban keluaran lokal, dan ada yang masih menggunakan ban keluaran ‘sana’.

Tapi saya meyakini, apapun ban yang digunakan, bakal terjadi kebisingan yang sama di kabin. Tinggal bagaimana pabrikan menyikapi kondisi itu dengan membenahi unsur kekedapannya saja. Saya jadi teringat ucapan Ricky yang mengklaim bahwa sektor NVH Glory 560 masih lebih baik ketimbang sang kakak.

Baca juga:  Glory i-Auto Penegas Konsistensi DFSK di Pasar SUV

Sembari memikirkan hal itu, saya coba melihat secara keseluruhan tampilan luar mobil ini. Secara visual sektor eksteriornya banyak menonjolkan desain yang mereka klaim kekinian. Kesan tangguh pun nampak di sana, selaras dengan tema yang diusung yaitu Active SUV.

Garis bodi pada sisi luar Glory 560 membentuk lekuk yang memberikan gril sporty berbentuk sayap yang memaksimalkan aliran udara ke dalam kompartemen mesin. Lampu utama Eagle Lamp dengan lampu LED daytime running memberikan pencahayaan maksimum, tanpa menyilaukan pengguna jalan lainnya.

Kemudian jika diperhatikan detailnya, Glory 560 menggunakan desain antena shark fin dan roof rail untuk meningkatkan citra sporty, plus dengan pemilihan pelek berukuran 17 inci berdesain ciamik.

Puas menelisik bodi luar, aba-aba untuk melanjutkan perjalanan langsung terdengar. Satu-persatu mobil kembali melanjutkan perjalanan menuju titik akhir di Lido Lake Resort, Sukabumi, dan di sana peserta diberikan kesempatan selus-luasnya untuk mengeksplorasi Glory 560, sekaligus mengabadikannya dalam foto.

Selesai dengan berbagai acara yang digelar, giliran saya untuk berada di balik kemudi. Atur posisi duduk, ketinggian setir dan jarak pandang aman spion luar. Adanya tombol Engine Start/Stop memudahkan saat menyalakan mesin, tanpa harus memutar anak kunci.

Impresi pertama saya, pandangan ke depan begitu luas tanpa terhalang gimmic yang ada di dashboard. Meski sistem audio layar sentuh berdesain floating agak mencuat ke atas, tidak menghalangi pandangan. Begitu juga kendala saya pada pilar A yang kerap kali mengganggu saat berbelok, dapat diminimalisir. Satu kata, nyaman!

Perjalanan awal langsung menemui jalan menanjak kala rombongan keluar dari kawasan resort. Penasaran pun mencuat, apakah pedal gas harus ditekan lebih dalam atau tidak untuk menggerakkan mobil berbobot 2 ton lebih ini. Ternyata tidak, cukup sentuhan halus, mobil langsung bergerak mulus.

Baca juga:  Glory i-Auto Penegas Konsistensi DFSK di Pasar SUV

Beriringan rombongan memasuki Tol Bocimin dan terdengar dari panitia rombongan bisa dilepas untuk diberikan kesempatan pengemudi lain mengeksplorasi performa Glory 560. Benar saja, kecepatan pun terbangun dengan mulus sampai akhirnya jarum speedometer menyentuh angka 160 km/jam!

Lontaran tenaga 148 hp dengan torsi 220 Nm direntang putaran mesin 1.800 – 4.000 rpm, plus dukungan transmisi CVT, begitu ringan memompa performanya. Gerak jarum rpm pun tergolong linier, meski kadang terlonjak menyentuh 4.000 rpm kala kick down.

Cukup lama saya memainkan performa Glory 560, dan diyakini masih ada kejutan lain bila saja kondisi lalu lintas kondusif. Saya tak lagi menghiraukan pergerakan ‘balok’ BBM di cluster meter, meski saya sempat melirik baru turun kurang dari setengah tangki, dengan jarak tempuh yang tersisa tak lebih dari 200 kilometer lagi.

Gerak setir sangat mengerti kemauan pengemudi, akan sedikit rigid begitu kecepatan mencapai sekitar 60 km/jam ke atas. Berbagai fitur keamanan yang disematkan seperti dua airbags untuk pengemudi dan penumpang depan, plus fitur lainnya seperti ABS+EBD, ESP, eletronic brake assist dan rem cakram di keempat rodanya.

Saya juga menikmati ayunan bodi mobil yang tergolong kaku. Berkat kombinasi suspensi depan/belakang MacPherson strut dan Multi-link coil spring, cukup nyaman membawa kami hingga ke titik finis di showroom DFSK Pondok Indah. [dp/MTH]