DAPURPACUID – Komitmen Toyota untuk menciptakan budaya berkendara yang aman dan ramah lingkungan bagi generasi muda dibuktikan lewat inisiatif Toyota Berbagi Selamat.
Program yang menyasar new driver dan pre driver ini secara konsisten digelar di berbagai perguruan tinggi dan ruang publik edukatif, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem berkendara yang lebih bertanggung jawab.
Dimulai dari Universitas Indonesia di akhir 2024, program ini terus berlanjut ke berbagai titik seperti Universitas Airlangga, Traffic Safety Festival di Museum Angkut, Malang dan Universitas Brawijaya.
Hingga saat ini, lebih dari 1.000 peserta telah mengikuti rangkaian traffic safety program yang juga mengusung misi lingkungan lewat pendekatan eco-safety driving.
Melalui pendekatan kolaboratif bersama kampus, komunitas dan institusi pemerhati keselamatan, PT Toyota-Astra Motor (TAM) aktif mencetak agent of change yang mampu menjadi penggerak budaya berkendara aman dan ramah lingkungan di masyarakat.

President Director TAM, Hiroyuki Ueda mengatakan, Toyota Berbagi Selamat adalah bagian dari pilar CSR Toyota Berbagi. Tujuannya mengurangi kecelakaan lalu lintas secara sistemik.
“Kami lihat mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menyebarkan semangat pentingnya menerapkan eco-safety driving, agar angka kecelakaan dan fatalitas ikut turun, serta berkontribusi dalam mengurangi emisi,” paparnya.
Tak hanya edukasi di kelas, peserta mendapatkan pelatihan langsung bersama sekolah mengemudi terakreditasi, joyride dengan kendaraan elektrifikasi Toyota, serta pengalaman praktis melalui simulasi berkendara.
Menariknya, dicapai juga sejumlah agent of change yang akan menjadi garda terdepan dalam edukasi eco-safety driving ke masyarakat, melalui para Champion.
Di sini Toyota fokus pada pengembangan kesadaran dan perilaku berkendara yang lebih baik sebagai prinsip yang paling fundamental dan wajib dikuasai oleh setiap pengendara pemula atau New Driver.

Sebelumnya, Toyota telah berkolaborasi dengan Universitas Indonesia di Depok dan melahirkan 6 Champion. Dilanjutkan Universitas Airlangga pada 24 September dan Universitas Brawijaya pada 7 Oktober.
Sekitar 270 mahasiswa Universitas Brawijaya mengikuti kegiatan ini untuk memperdalam pemahaman tentang perilaku aman berkendara. Termasuk menghasilkan banyak agent of change.
Kehadiran stakeholder seperti Kasatlantas, Polisi Militer, dan dosen memperkuat keseriusan agenda ini dalam membentuk perilaku berkendara sejak usia muda.
Dari Mahasiswa hingga Anak Sekolah: Edukasi Menyeluruh
Program ini tak hanya menyasar mahasiswa, juga kelompok usia dini untuk kategori pre driver. Toyota menghadirkan Traffic Safety Festival di Museum Angkut, Malang (6 Oktober 2025) sebagai kelanjutan dari pilot project di Taman Lalu Lintas Bandung.
Didukung komunitas Simpul Hijau, mahasiswa UB, serta komunitas Mini RC BKT, kegiatan tersebut dirancang interaktif dengan mengusung konsep edutainment.

Total sekitar 120 siswa-siswi tingkat SD dan SMP diajak mengenal prinsip eco driving melalui permainan remote control, simulator berkendara, hingga pelatihan langsung.
Para peserta turut mendapatkan pelatihan eco driving sebagai upaya menekan konsumsi bensin dan menjaga lingkungan. Para Champion yang sekarang berjumlah sekitar 90 orang.
Mereka diharapkan dapat menularkan ilmu pengetahuan mengenai eco dan eco-safety driving kepada masyarakat luas termasuk komunitas pecinta mobil Toyota.
Vice President Director TAM, Henry Tanoto menuturkan, program tersebut tidak sekadar menurunkan angka kecelakaan, tetapi juga menyasar pengurangan emisi kendaraan.
“Edukasi dini dan pencetakan champion menjadi strategi kami dalam mewujudkan masa depan mobilitas yang aman dan berkelanjutan,” pungkas Henry. [dpid/TH]




