Bukan Buatan Jepang! Tiga Mobil Subaru Ini Dirakit di Amerika

DAPURPACUID – Subaru dikenal sebagai produsen otomotif asal Jepang, yang berdiri sejak 1953 silam. Namun tidak semua kendaraannya diproduksi di negara asal.

Di Amerika Serikat, perusahaan ini telah mengoperasikan fasilitas manufaktur sendiri yang menghasilkan sejumlah model untuk memenuhi permintaan pasar lokal.

Kehadiran pabrik Subaru of Indiana Automotive (SIA) di Lafayette, Indiana, menjadi bagian penting dari strategi produksi tersebut sejak mulai beroperasi 1989 silam.

Fasilitas ini telah menghasilkan lebih dari enam juta kendaraan. Langkah produksi lokal dilakukan seiring meningkatnya popularitas Subaru di pasar AS sejak dekade 1970-an. Saat ini, terdapat tiga model Subaru yang diproduksi di Amerika Serikat, di antaranya:

1. Subaru Ascent

Model SUV terbesar di jajaran Subaru yang diproduksi di AS. Model ini menawarkan konfigurasi tujuh atau delapan penumpang, sehingga menyasar konsumen yang membutuhkan kendaraan keluarga dengan kapasitas kabin lebih besar.

Diluncurkan pada 2018 sebagai penerus Tribeca, Ascent diproduksi secara eksklusif di fasilitas Lafayette. Data penjualan Januari hingga September 2026 mencatatkan 32.556 unit, meningkat 3,9% dibandingkan periode yang sama pada 2025.

2. Subaru Crosstrek

Crosstrek menjadi salah satu model penting Subaru di pasar Amerika. Mengusung format crossover kompak, mobil ini mengisi segmen yang diminati konsumen yang menginginkan dimensi praktis berkarakter SUV.

Selama periode Januari–September 2026, penjualan Crosstrek mencapai 142.725 unit. Capaian ini menempatkannya sebagai model terlaris kedua Subaru di AS setelah Forester.

3. Subaru Forester

Forester juga masuk dalam daftar produk yang dirakit di Indiana. Produksi lokal model bermesin bensin dimulai sebelum perusahaan memperluas fasilitasnya untuk memproduksi versi hybrid.

Produksi Forester Hybrid di pabrik Indiana dimulai Februari 2026. Sebelumnya, generasi-generasi Forester diproduksi di Jepang. Perubahan lokasi manufaktur ini menjadi bagian dari penyesuaian strategi Subaru setelah produksi Outback dialihkan kembali ke Jepang.

Subaru sendiri punya sejarah panjang di Amerika sejak mulai memasuki pasar ini pada 1968. Meski tetap berakar di Jepang, perusahaan memanfaatkan fasilitas lokal untuk mendekatkan produksi dengan konsumen.

Strategi ini menunjukkan asal sebuah merek tidak selalu menentukan lokasi pembuatan kendaraannya. Bagi konsumen, negara perakitan dapat diketahui melalui informasi kendaraan dan dokumen identifikasi unit, bukan hanya dari negara asal merek. [dpid/TH]