DAPURPACUID – Produsen otomotif Tiongkok, Chery, tengah menjajaki peluang merakit kendaraan di Kanada dengan memanfaatkan fasilitas produksi yang sudah tidak beroperasi.
Langkah ini menjadi bagian dari persiapan perusahaan sebelum memulai penjualan kendaraan secara resmi di negara tersebut pada 2027. Hal ini diamini Wakil Presiden Eksekutif Chery, Guibing Zhang.
Dikutip dari Bloomberg, perusahaan kini tengah mempertimbangkan penggunaan kapasitas pabrik yang tersedia, termasuk melalui kerja sama dengan investor lokal.
Hingga kini, Chery belum mengumumkan lokasi pabrik maupun mitra yang akan terlibat. Memanfaatkan fasilitas lama dinilai dapat menjadi pilihan lebih efisien dibandingkan membangun pabrik baru.
Meski demikian, fasilitas pabrik tersebut tetap membutuhkan penyesuaian agar sesuai dengan kebutuhan produksi dan standar kendaraan yang akan dipasarkan.
Sebelum memulai produksi lokal, Chery berpeluang menguji respons konsumen melalui penjualan kendaraan impor. Merek Omoda dan Jaecoo diperkirakan menjadi bagian dari langkah awal tersebut.
Kedua merek ini telah mencatatkan penjualan positif di Eropa, dimana Jaecoo 7 membukukan 15.470 unit pada September 2026. Sementara Omoda 5 mencatatkan penjualan 8.396 unit pada periode yang sama.
Namun, masuk ke pasar Kanada tidak cukup hanya dengan menghadirkan produk berharga kompetitif. Chery juga perlu membangun jaringan diler, layanan purnajual, serta kemitraan lokal untuk memastikan konsumen memperoleh dukungan setelah pembelian.
Peluang ekspansi semakin terbuka setelah Kanada mengubah kebijakan impor mobil listrik buatan Tiongkok, berdasarkan kesepakatan dengan Beijing pada Januari lalu.
Kanada menerapkan kuota awal sebanyak 49.000 unit kendaraan listrik China dengan tarif negara paling disukai sebesar 6,1 persen. Kuota ini juga dirancang meningkat 6,5 persen setiap tahun.
Meski begitu, Chery tidak menjadikan akses ke Amerika Serikat sebagai prasyarat berinvestasi di Kanada. Menurut Zhang, pasar Kanada tetap menarik meskipun perusahaan belum memperoleh kepastian untuk memasuki pasar AS.
Chery masih membuka kemungkinan kerja sama dengan produsen otomotif Amerika. Perusahaan juga tidak menutup peluang menghimpun investasi dari beberapa pihak untuk membiayai operasionalnya di Kanada.
Chery bukan satu-satunya produsen China yang melirik produksi lokal. BYD dilaporkan telah menjajaki peluang pemanfaatan bekas pabrik Stellantis di Brampton, Ontario.
Begitu juga Geely yang berencana memulai penjualan di Kanada pada 2027, meski belum mengumumkan rencana produksi lokalnya.
Jika terealisasi, kehadiran fasilitas produksi Chery dapat memperkuat keterlibatan perusahaan dalam industri otomotif Kanada, mulai dari pemasok hingga tenaga kerja lokal.
Namun, keputusan investasi tetap bergantung pada kesesuaian fasilitas, biaya operasional, dukungan mitra, dan prospek permintaan kendaraan di pasar tersebut. [dpid/TH]















