Bluebird Kembalikan 15.884 Barang Tertinggal Milik Penumpang | | dapurpacu.id

Bluebird Kembalikan 15.884 Barang Tertinggal Milik Penumpang

Foto: Antara

DAPURPACU – Kepercayaan dan kejujuran memang menjadi kunci sukses terus diterima armada Bluebird di lebih dari 20.000 konsumen dari seluruh kota di Indonesia. Di sini, pengemudi memang yang paling berperan besar dalam menjaga nama baik Bluebird, sebagai armada terbesar di Tanah Air.

Dalam hal ini adalah untuk kasus pengembalian barang yang tertinggal di kendaraan. Sepanjang 2019, sebanyak 15.884 barang milik penumpang tertinggal dan seluruhnya telah dikembalikan kepada pemiliknya.

“Berbagai macam jenis seperti laptop, dompet, smartphone dan dokumen penting lainnya seperti paspor, sudah kami kembalikan ke pemiliknya,” jelas Amelia Nasution, Direktur Marketing PT Blue Bird Tbk.

“Kejujuran menjadi salah satu nilai yang selalu dipegang para pengemudi Bluebird Group sehingga penumpang dapat #lebihtenang ketika melakukan perjalanan bersama kami,” tambahnya.

Karena itu, lanjut Amelia, Bluebird mengapresiasi integritas dan dedikasi yang selalu dijaga seluruh pengemudi Bluebird Group atas upaya mereka dalam mengembalikan barang yang tertinggal kepada para pelanggan.

Di sisi lain, Bluebird akan terus memberikan sosialisasi kepada pengemudi untuk mengingatkan penumpang agar melakukan pengecekan terakhir sebelum meninggalkan kendaraan guna memastikan tidak ada barang yang tertinggal.

“Bagi para penumpang yang merasa memiliki barang tertinggal di armada Bluebird dapat langsung melaporkan detail perjalanan termasuk nomor armada yang ditumpangi, ke nomor customer service Bluebird di (021) 79171234 untuk area Jabodetabek, atau sesuai dengan kota masing-masing,” terangnya lagi.

Namun, bagi Anda yang tidak mengingat nomor armada yang pernah ditumpangi, dapat memberikan informasi mengenai jam dan titik naik, untuk kemudian dilakukan tracking ke armada Bluebird yang melakukan perjalanan dimaksud.

“Hal ini dapat dilakukan karena semua unit armada Bluebird Group dilengkapi dengan perangkat pelacakan posisi (GPS),” imbuh Amel.

Amel Berkisah belum lama ini seorang penumpang kebingungan karena telpon seluler miliknya tertinggal di salah satu taksi Bluebird. Namun pengemudi Bluebird bernama Kasirin, menghubungi Customer Service Bluebird dan turut membantu hingga handphone tersebut kembali ke tangan pemiliknya.

“Kejadian ini merupakan contoh kecil yang dilakukan, karena adanya rasa solidaritas mampu berdampak besar bagi orang lain, seperti yang dilakukan oleh Bapak Kasirin,” tutup Amelia. [dp/MTH]