DAPURPACU – Alasan utama dalam modifikasi kendaraan kesayangan adalah untuk mendongkrak tampilan secara keseluruhan, meski penggantian yang dilakukan hanya di beberapa komponen saja.
Penggantian sektor kaki-kaki seperti pelek dan suspensi (shock absorber) menjadi modifikasi yang banyak dilakukan oleh pemilik kendaraan, khususnya sepeda motor.
Selain tampilan yang diklaim makin terdongkrak, pemilik berharap penggantian komponen yang marak dipasarkan pelaku industri aftermarket ini juga mampu meningkatkan performanya.
Hal itu diamini oleh Wisnu, salah satu marketing communication Usaha Kecil Menengah (UKM) produk knalpot aftermarket di bandung. Menurut dia, produk yang saat ini dipasarkannya diklaim mampu mendongkrak performa.

“Meski mesin motor masih dalam kondisi standar pabrikan, kami jamin tenaganya terdongkrak,” ucap Wisnu, saat ngobrol-ngobrol santai dengan Dapurpacu.id, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, kedua alasan di atas menjadi faktor utama pemilik sepeda motor untuk mengganti knalpot standar dengan versi aftermarket yang marak di pasaran.
Lalu pertanyaan besarnya, bagaimana memilih knalpot yang tepat untuk harian tanpa mengorbankan sisi kenyamanan bagi pengendara kendaraan bermotor lainnya?
Wisnu memaparkan bahwa saat ini ragam model knalpot aftermarket banyak beredar di pasaran dengan rentang harga yang bisa disesuaikan kantong Anda.

Dia menjelaskan, hal pertama yang harus diperhatikan adalah dengan melihat estetika alias modelnya yang tidak jauh dari desain knalpot standar pabrikan.
“Jangan sampai knalpot aftermarket yang ingin dimiliki, secara desain sangat berbeda dengan model standar. Biasanya pemilik motor telah memperhatikan unsur ini untuk mendongkrak tampilan,” tegas Wisnu lebih lanjut.
Kedua adalah material yang digunakan. Banyak beredar dipasaran jenis knalpot dengan berbagai bahan yang digunakan. Tentunya bahan baja alias stainless steel banyak dibidik.
Hal itu untuk meminimalisir dampak karat yang bakal ditimbulkan. Knalpot-knalpot yang beredar di pasar saat ini juga banyak menggunakan material tersebut dan diklaim anti karat.
Wisnu mengklaim material knalpot yang digunakan di seluruh produk knalpotnya memakai stainless steel berkualitas tinggi teknologi Jepang dan tentunya tebal.

“Jenis stainless steel sendiri terbagi dalam dua jenis yakni yang tipis dan tebal. Kami menggunakan material baja yang paling bagus kualitasnya. Itulah mengapa harga produk kami lebih mahal dibandingkan produk serupa di pasar,” imbuhnya.
Berikutnya, perhatikan dB Killer-nya. Menurut Wisnu, dipasangkannya knalpot aftermarket harus sesuai peruntukkannya. Dalam arti, kalau memang untuk penggunaan harian, carilah sesuai spek harian juga.
Dan knalpot untuk harian, tegas Wisnu, telah dipasangkan dB Killer secara permanen, jadi suaranya tidak menggelar bahkan cenderung menyerupai knalpot standar.
“Sejatinya, kami merancang produk knalpot sesuai kebutuhan dan peruntukkannya bagi konsumen. Harian ada, apalagi untuk di arena balap, kami sediakan semua,” tegas Wisnu.
“Produk knalpot harian kami terkenal dengan suaranya yang ‘adem’, sehingga banyak disukai konsumen di seluruh Indonesia dan ramah bagi pengguna jalan lainnya,” tutup Wisnu. [dp/MTH]















