DAPURPACU – PT Pertamina (Persero) mengklaim stok bahan bakar dalam kondisi aman, pasca terjadinya insiden kebakaran pada tangki T-301 di Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Senin dini hari.
Kondisi ini ditegaskan oleh Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, yang memastikan pasokan BBM tetam aman, karena pola supply yang telah diterapkan telah mengantisipasi adanya skenario emergency.
“Kami akan mengoptimalkan produk dari kilang lain, sehingga tidak ada kendala di dalam supply BBM. Karena sebetulnya processing plant yang utama tidak terdampak,” ujar Nicke.
“Kebakaran hanya di daerah tanki saja. Kilang akan bisa segera dioperasikan kembali ketika sudah melakukan pemadaman,” tambahnya, dalam siaran resminya, Senin.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina, Mulyono menjelaskan, saat ini Kilang Balongan mensuplai BBM ke Terminal BBM Balongan, Cikampek, dan Plumpang.
Menurutnya kondisi kilang Balongan tidak ada masalah, normal shutdown. Suplai pengganti akan dijalankan dari Kilang Cilacap dan TPPI.
“Masyarakat tidak perlu panik, karena stok sangat banyak, ini juga konsumsi yang belum terlalu normal jadi stok masih tinggi,” tegasnya.
Ketahanan pasokan BBM dan Avtur, kata Mulyono, sangat memadai di kisaran 20 hingga 74 hari ke depan.
Berdasarkan data saat ini, pasokan gasoline (bensin) secara nasional sebanyak 10,5 juta barel, gasoil (Solar) 8,8 juta barel dan Avtur 3,2 juta barel. [dp/MTH]















