Carlos Ghosn Setuju Mundur dari Renault


PARIS (DP) – Carlos Ghosn dikabarkan setuju untuk mundur dari Renault, dan kedua belah pihak saat ini tengah membicarakan hal-hal yang terkait dengan prosedur pelepasan jabatan Ghosn di pabrikan mobil Prancis itu.

Mengutip sumber yang mengetahui banyak tentang rencana pelengseran Ghosn, Reuters menyebutkan bahwa Ghosn setuju mundur setelah muncul desakan dari pemerinrah Prancis agar segera dilakukan perubahan kepemimpinan di Renault. Pemerintah Prancis amat berkepentingan dengan masalah ini karena memiliki saham di Renault.

Selain itu, faktor pendorong lainnya terhadap Ghosn untuk melepaskan jabatannya di Renault adalah penolakan pengadilan Jepang atas permintaan pengacara Ghosn agar kliennya dapat dibebaskan dengan uang jaminan.

Jajaran direksi Renault saat ini sedang bernegosiasi dengan tim pengacara Ghosn terkait dengan perjanjian non-competition (tidak bekerja di perusahaan pesaing atau bidang yang sama dalam jangka waktu tertentu) dan juga soal manfaat pensiun, tulis Bloomberg.

Ghosn, yang saat ini masih menjabat sebagai Chairman dan CEO Renault, telah dilengserkan dari posisi Chairman di Nissan dan Mitsubishi, dua perusahaan otomotif Jepang yang tergabung dalam Renault Nissan Mitsubishi Alliance.

Baca juga:  Kenapa Mitsubishi tak Bikin Lagi Mobil Sport? Ini Jawabannya

Rencananya, dewan direksi Renault akan menggelar rapat pada Kamis (24/1) waktu setempat untuk melengserkan Ghosn dan sekaligus menunjuk pejabat baru.

Selentingan yang beredar di kalangan Renault, bos produsen ban Michelin, Jean-Dominique Senard, akan ditunjuk sebagai Chairman Renault, sedangkan Thierry Bollore sebagai CEO.

Carlos Ghosn ditangkap di Jepang karena dituding memanipulasi pelaporan kompensasi yang diterima dari Nissan, juga ditengarai tidak mengungkapkan pendapatan tambahan senilai lebih dari $80 juta dari pabrikan mobil Jepang itu antara 2010 hingga 2018.

Adapun permintaan terbaru pria Brasil itu untuk dibebaskan dengan uang jaminan, telah ditolak pengadilan di Negeri Sakura, meskipun ia berjanji akan tetap berada di Jepang, menyerahkan paspornya, mengenakan alat pelacak elektronik dan dipantau oleh pengawal pribadinya atas biaya sendiri. [Dp/TGH]