Bebas Ganjil Genap Bakal Dorong Penggunaan Mobil Listrik


DAPURPACU – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia optimistis terhadap pengembangan mobil listrik di Tanah Air karena ditopang kekayaan alam yang banyak menyediakan bahan baku untuk produksi kendaraan listrik.

“Negara masih memiliki pekerjaan rumah untuk meningkatkan pengetahuan teknis terkait produksi kendaraan listrik. Marilah kita mengambil momentum ini untuk membangun industri elektrifikasi kendaraan bermotor dan raw material lengkap, tinggal technical know-how yang harus diperbaiki,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani, pada acara konferensi pers di Jakarta, Selasa (27/8).

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55/2019, pada 2025 nanti setidaknya ditargetkan ada 20% kendaraan listrik di pasar otomotif Indonesia.

“Diperlukan kolaborasi dari semua pelaku industri terkait. Tidak hanya pelaku industri, pemerintah baik pusat dan daerah perlu membuat kebijakan yang dapat mendorong masyarakat untuk beralih menggunakan kendaraan listrik,” papar Rosan.

Rosan mengatakan, pihaknya sempat berbicara kepada Gubernur DKI Jakarta agar kendaraan listrik tidak dikenakan peraturan ganjil genap.

Baca juga:  Honda e Resmi Dijual Mulai Musim Panas 2020

“Saya sempat ngomong dengan Pak Anies (Baswedan), nanti kalau electric car tidak usah kena ganjil-genap. Ini salah satu cara agar kita beralih ke electric car,” ujarnya.

Senada dengan Rosan, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian, Johnny Darmawan, menambahkan pihaknya bersyukur bahwa tanah Indonesia menyimpan kekayaan bahan baku mobil listrik.

“Kami mengajak pihak terkait untuk lebih memperdalam teknik produksinya. Ada satu bahan baku yang kecil tapi kita belum punya, yaitu teknologi, diharapkan pakar otomotif di sini bisa memperbaiki juknis sehingga nantinya secara produksi bisa mendekati sempurna,” tutur Johnny. [Dp/PNB]