BMW Passato Tiba di AS, Siap Guncang SEMA Show 2026!

DAPURPACUID – BMW Passato telah tiba di Los Angeles, Amerika Serikat, yang kelak bakal ditampilkan ke hadapan publik SEMA Show 2026, pada 3–6 November mendatang.

Kedatangan mobil hasil kolaborasi National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) menandai dimulainya tahap final persiapan teknis dan logistik menuju SEMA.

Tim NMAA dan IMI yang berjumlah sedikitnya 13 orang turut berada di Amerika Serikat. Unit sendiri telah dikirim melalui jalur laut sekitar dua bulan sebelumnya dari Indonesia.

Partisipasi ini jadi bagian dari kampanye ‘NMAA From Indonesia to the World’. Tujuannya, memperkenalkan kreativitas builder nasional beserta produk aftermarket lokal kepada industri otomotif internasional.

Founder NMAA sekaligus Direktur Modifikasi IMI Pusat, Andre Mulyadi menegaskan, proyek tersebut membawa misi lebih luas daripada sekadar memamerkan mobil modifikasi.

“Melalui kolaborasi lintas builder ini, kami menegaskan bahwa NMAA dan IMI membawa BMW Passato bukan sekadar sebagai kendaraan pameran, melainkan sebagai sebuah panggung kreatif Indonesia,” tuturnya.

Menurut Andre, lewat ajang ini dunia dapat melihat langsung perpaduan antara kemampuan modifikasi presisi, keandalan engineering, serta identitas budaya Nusantara yang ditampilkan di SEMA Show 2026.

Di sisi lain, Ketua Umum IMI, Moreno Soeprapto turut menyambut kedatangan mobil tersebut sebagai kesempatan memperluas pengakuan terhadap industri modifikasi Tanah Air.

Moreno mengatakan, hadirnya BMW Passato di Amerika menjadi kebanggaan bagi Indonesia. Sekaligus menunjukkan karya modifikasi anak bangsa punya kualitas, kreativitas, dan karakter yang mampu tampil di panggung dunia.

“Kami berharap kehadiran BMW Passato di SEMA Show minggu depan dapat membuka lebih banyak peluang bagi industri modifikasi Indonesia untuk dikenal dan berkembang secara internasional,” tandasnya.

Sentuhan Khas Builder Indonesia

BMW Passato berbasis BMW 320 lansiran 2010 milik Passato Garage. Konsepnya dirancang Andre bersama Raindy Igas dari Rain Works, menggabungkan rekayasa teknis, detail pengerjaan, dan identitas budaya Nusantara.

Pengembangannya melibatkan sejumlah pelaku industri modifikasi lokal, antara lain Musartwork, Tomi Airbrush, Lamban Garage, Garasi Drift, 54 Metal Craft, AirBFT, WetGloss, dan Artmotive Performance.

Dukungan produk dalam negeri juga hadir lewat lampu Pro7 serta cat Spider ABCA. Keterlibatan berbagai pihak memperlihatkan kolaborasi lintas keahlian dalam menghasilkan kendaraan modifikasi dengan karakter tersendiri.

Kehadiran BMW Passato di SEMA Show melanjutkan semangat ‘From the Spirit of ’45 to the Global Stage’, yang digaungkan pada seremoni pelepasan di Gedung Joang ’45, Jakarta, Agustus lalu.

Lewat proyek ini, NMAA dan IMI berharap karya builder Indonesia makin dikenal di pasar internasional sekaligus membuka peluang baru bagi produk aftermarket lokal menjangkau komunitas otomotif global. [dpid/TH]