Tiga Kali Donor Darah, WAG Kumpulkan 180 Kantong di 2026

DAPURPACUID – Kepedulian terhadap ketersediaan darah kembali diwujudkan oleh Wahana Artha Group (WAG), melalui kegiatan sosial di lingkungan perusahaan.

Memasuki September 2026, WAG kembali mengadakan aksi donor darah dengan menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta, yang melibatkan seluruh karyawan.

Dengan tajuk ‘Menggerakan Mobilitas, Menyelamatkan Kehidupan’, kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Wahana Artha Head Office, Jakarta Pusat, Senin (7/9) lalu.

Dari 67 karyawan yang telah mendaftarkan diri, sebanyak 48 orang dinyatakan memenuhi syarat dan berhasil mendonorkan darahnya, guna disumbangkan ke PMI DKI Jakarta.

Sementara 19 peserta lain tidak dapat melakukan donor karena hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi kesehatan belum memungkinkan. Pemeriksaan awal memang menjadi tahapan wajib untuk memastikan proses donor berlangsung dengan aman bagi pendonor.

Pelaksanaan donor darah di bulan ini menjadi yang ketiga yang dilakukan pada 2026. Jika digabungkan dengan dua agenda sebelumnya, telah mengumpulkan 180 kantong darah selama tahun ini.

Chief of Corporate Affairs WAG, Michael Soekamto mengatakan, tingginya partisipasi karyawan menunjukkan kepedulian sosial dapat dibangun dari lingkungan internal perusahaan.

Menurutnya, kegiatan donor darah memberikan kesempatan kepada karyawan untuk berkontribusi secara langsung kepada masyarakat, lewat tindakan sederhana yang memiliki manfaat bagi orang lain.

“Lewat kegiatan seperti ini, kami ingin memberi kesempatan kepada seluruh Wahanians untuk ikut mengambil bagian dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur Michael.

Tiga Agenda Donor Darah dalam Setahun

Program donor darah WAG pada 2026 tidak berhenti pada satu penyelenggaraan. Kegiatan pertama berlangsung pada 18 Februari 2026 dan menghasilkan 65 kantong darah.

Beberapa bulan kemudian, agenda serupa kembali digelar. Tepatnya 4 Juni 2026, yang mengumpulkan 67 kantong darah dan kemudian disalurkan melalui PMI DKI Jakarta untuk masyarakat yang membutuhkan.

Adapun aksi ketiga menghasilkan tambahan 48 kantong. Dengan demikian, total kontribusi WAG melalui program donor darah sepanjang tahun ini mencapai 180 kantong.

Konsistensi ini jadi bagian dari upaya perusahaan untuk menjadikan aktivitas sosial sebagai kegiatan yang berkelanjutan, bukan sekadar program yang dilakukan sesekali.

Sebelum proses donor, tiap calon pendonor menjalani pemeriksaan kesehatan. Tahapan ini dilakukan untuk mengetahui apakah kondisi tubuh memenuhi persyaratan donor darah.

Selain kondisi kesehatan, terdapat ketentuan terkait jarak waktu dari donor sebelumnya. Calon pendonor perlu memiliki jeda sekurang-kurangnya tiga bulan, atau 12 minggu sejak donor darah terakhir.

Dalam ketentuan yang disampaikan, seseorang juga dibatasi maksimal lima kali donor dalam periode dua tahun. Aturan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan pendonor, sekaligus memastikan proses donor berjalan sesuai ketentuan.

Kepedulian Tidak Berhenti di Donor Darah

Bagi WAG, kegiatan donor darah merupakan salah satu bentuk kontribusi sosial perusahaan. Melalui Yayasan Wahana Artha dan unit-unit bisnisnya, berbagai kegiatan kemasyarakatan juga terus dijalankan.

Program ini mencakup sejumlah bidang, yakni kesehatan, pendidikan dan lingkungan. Perusahaan juga menjalankan kegiatan sosial di momen tertentu, seperti penyaluran hewan kurban saat Idul Adha.

Michael berharap kegiatan donor darah ini dapat terus menjadi aktivitas yang dekat dengan karyawan. Setiap kantong darah yang terkumpul memiliki nilai bagi masyarakat yang sedang membutuhkan.

“Karena itu, kami ingin semangat berbagi ini tidak berhenti pada satu kegiatan, tapi dapat terus tumbuh menjadi bagian dari kepedulian bersama di lingkungan Wahana Artha Group,” tandasnya.

Rangkaian aktivitas sosial ini merupakan bagian dari semangat Sinergi Bagi Negeri, sebagai salah satu bentuk kontribusi Wahana Artha Group memberi manfaat lebih luas kepada masyarakat.

Dengan tiga kali pelaksanaan sepanjang 2026, program donor darah WAG menunjukkan bahwa kontribusi sosial tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan berskala besar.

Partisipasi karyawan yang dilakukan secara rutin juga dapat menjadi bagian dari upaya membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat. [dpid/TH]