Kenapa Mitsubishi tak Bikin Lagi Mobil Sport? Ini Jawabannya


GENEVA (DP) – Di era 1990-an, Mitsubishi dikenal sebagai salah satu pabrikan yang memiliki model sport berperforma tinggi, seperti Evolution yang hebat di ajang reli dunia. Tapi sekarang, sang tiga berlian ini seperti tak terdengar gaungnya di segmen mobil sport.

Berbeda dengan Toyota, yang kini berusaha bangkit kembali untuk bermain di segmen mobil sport melalui model terbarunya, Supra, yang bekerjasama dengan BMW. Model ini menjadi saudara baru bagi Toyota 86, yang menjadi model sport dua pintu pertama yang lahir di era milenium.

Untuk mengetahui alasan Mitsubishi tak lagi getol melahirkan mobil sport, ini jawabannya.

Berbicara dengan Car Throttle di sela gelaran Geneva Motor Show, managing director Mitsubishi Inggris, Rob Lindley, mengatakan pihaknya kini lebih fokus pada pengembangan model SUV dan crossover.

“Fokus Mitsubishi sekarang adalah SUV, crossover, penggerak empat roda, dan juga teknologi bahan bakar alternatif,” kata Lindley.

Baca juga:  Honda Masih Ragu Naikkan Harga Jual Produknya

Mitsubishi mengambil jalan yang agak berbeda dengan sejumlah rivalnya asal Jepang yang seolah berlomba mengembangkan mobil sport berperforma tinggi, terutama Honda dan Toyota. Sementara Mitsubishi yakin ke depan model SUV dan crossover yang berperan dalam mendulang penjualan.

Dengan penjelasan itu, maka jangan berharap para pecinta kecepatan untuk menyaksikan mobil sport gahar dari Mitsubishi untuk melawan Toyota Supra, Honda Civic Type R, Acura NSX atau Nissan GTR.

“Sebagai bisnis yang menjual 1,2 juta unit mobil di seluruh dunia, dalam kancah global, maka mobil sport bukanlah bisnis besar. Jika Anda mencoba mengikuti tren yang ada, seperti segmen mobil sport, maka itu sulit dari sisi keekonomian,” imbuhnya.

Ketimbang mobil sport, Mitsubishi sekarang menggunakan platform yang dipakai crossover Eclipse, untuk dikembangkan menjadi model bertenaga listrik murni, yang digadang-gadang akan mengusung nama legendaris Evolution. [dp/TGH]